Apa yang sebenarnya dikerjakan pelatih tim esports di luar jam pertandingan
Di layar, pelatih hanya terlihat berdiri di belakang kursi. Pekerjaan sebenarnya terjadi jauh sebelum dan sesudah itu.

Libur akhir tahun biasanya jadi masa tenang di kalender kompetisi. Buat pemain, ini waktu pulang kampung. Buat pelatih, justru sering jadi masa paling sibuk, karena di sinilah rencana musim depan disusun. Banyak penonton masih membayangkan pelatih esports sebagai orang yang berdiri di belakang pemain saat jeda, memberi arahan singkat, lalu duduk lagi. Gambaran itu tidak salah, tapi hanya menangkap bagian paling kecil dari pekerjaannya.
Secara garis besar, tugas pelatih terbagi tiga: menyiapkan latihan, membaca lawan, dan menjaga manusia di dalam tim. Ketiganya jarang terlihat kamera.
Baca juga: Latihan esports bukan sekadar main lama: catatan dari pinggir lobi
Latihan yang punya tujuan
Sesi latihan tim yang serius bukan sekadar bermain tanding berjam-jam. Pelatih menentukan apa yang mau diperbaiki hari itu, misalnya komunikasi saat bertahan atau kebiasaan terpecah ketika tertinggal. Setelah sesi, rekaman ditonton ulang bersama, dan di sinilah pelatih paling banyak bicara. Ia harus bisa menjelaskan kenapa sebuah keputusan keliru tanpa membuat pemain merasa dihakimi. Kemampuan ini lebih dekat ke guru daripada ke pemain hebat.
Membaca lawan juga bagian rutin. Sebelum pertandingan, pelatih dan analis menonton pertandingan lawan, mencatat kebiasaan, lalu menyusun rencana. Rencana itu kemudian disederhanakan supaya bisa diingat pemain di tengah tekanan.
Mengelola orang, bukan hanya strategi
Bagian yang paling sering diremehkan adalah urusan manusia. Tim esports diisi anak muda yang tinggal bersama, berlatih bersama, dan kalah bersama. Gesekan tidak terhindarkan. Pelatih sering jadi orang pertama yang mendengar keluhan, menengahi perselisihan, dan memutuskan kapan seorang pemain perlu istirahat alih-alih dipaksa latihan.
Karena itu pelatih yang baik belum tentu bekas pemain terbaik. Yang dibutuhkan adalah kemampuan mengamati, menjelaskan, dan menjaga suasana. Di akhir tahun seperti sekarang, ketika banyak tim menata ulang susunan pemain, kualitas pelatih sering jadi penentu apakah tim yang baru dibentuk bisa jalan atau hanya kumpulan nama bagus.